Jumat, 15 Agustus 2014

Lembar Persiapan Menyuluh. Teknis Aplikasi Pestisida Organik pada tanaman Hortikultura


Lembar Persiapan Menyuluh atau biasa disebut LPM adalah lembar yang sudah populer bagi sebagian para penyuluh pertanian. LPM merupakan ikhtisar materi penyuluhan yang akan di berikan kepada para petani. Penggunaan LPM sangat membantu para penyuluh dalam proses penyampaian informasi agar dapat mencapai tujuan yang di harapkan. Materi LPM di sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, komoditi dan permasalahan-permasalahan yang terjadi di lapangan.berikut contoh LPM.




LEMBAR PERSIAPAN MENYULUH



NAMA                           : Benny Nurmansyah, S.P

WAKTU                         : 90 Menit

JUDUL  MATERI          : Teknis Aplikasi Pestisida Organik pada tanaman Hortikultura

T I K                               : Mengetahui Cara Aplikasi Pestisida Organik pada tanaman Hortikultura

METODA                      : Ceramah, Diskusi dan Demontrasi Cara

HARI/ TANGGAL        :          

ALAT & BAHAN         : Pestisida Organik, Air, Hand Prayer, Tanaman Hortikultura
                                       

SASARAN                    : Petani Hortikultura



PEMBAGIAN WAKTU    :


No

Waktu

Kegiatan

Alat Bantu

I






10 Menit

- Pendahuluan
  Persiapan alat & bahan


- Mengarahkan judul/materi

- Menyiapkan alat & bahan



- Menyampaikan judul/materi    
  yang akan disampaikan

II










60 Menit




- Materi
  Menjelaskan judul materi
Menjelaskan Manfaat dan   keunggulan Pestisida Organik
Menjelaskan cara penggunaan Pestisida Organik


- Tanya jawab



- Menjelaskan teknis membuat
      Larutan Pestisida organik   dengan dosis Yang tepat






- Waktu bagi para peserta
  untuk bertanya dan penyuluh
  menyiapkan petanyaan
  seputar materi

III






20 Menit

- Penutup

  Evaluasi
  Penugasan

  Penutup/ kesimpulan
  Penegasan

Setelah melakukan penyuluhan lebih dari 30%

Menanyakan kembali, menjelaskan materi

Menjelaskan kesimpulan materi




Ka. BP3K Kec. .........................                                                                                            WKPP ,           Maret 2013





M A T E R I


Secara umum pestisida organic atau nabati diartikan sebagai suatu pestisida yang bahan dasarnya adalah tumbuhan Pestisida nabati relatif mudah dibuat dengan bahan dan teknologi yang sederhana. Bahan bakunya yang alami/nabati membuat pestisida ini mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan. Pestisida ini juga relatif aman bagi manusia dan ternak peliharaan karena residunya mudah hilang.
Pestisida nabati bersifat “pukul dan lari” (hit and run), saat diaplikasikan, akan membunuh hama saat itu juga dan setelah hamanya mati, residunya akan hilang di alam. Dengan demikian produk terbebas dari residu pestisda sehingga aman dikonsumsi manusia. Pestisida nabatimenjadi alternatif pengendalian hama yang aman dibanding pestisida sintetis. Penggunaan pestisida nabati memberikan keuntungan ganda, selain menghasilkan produk yang aman, lingkungan juga tidak tercemar.
Pestisida organik ini mampu mengatasi dan mengusir hama perusak tanaman pertanian dan perkebunan umumnya seperti kutu, ulat, belalang dan sebagainya

B.  Manfaat dan Keunggulan

Beberapa manfaat dan keunggulan pestisida alami, antara lain:
1.       Mudah terurai (biodegradable) di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan (  ramah  lingkungan).
2.                 Relatif aman bagi manusia dan ternak karena residunya mudah hilang.
3.                 Dapat membunuh hama/penyakit seperti ekstrak dari daun pepaya, tembakau, biji mahoni, dsb.
4.                 Dapat sebagai pengumpul atau perangkap hama tanaman: tanaman orok-orok, kotoran ayam
5.         Bahan yang digunakan nilainya murah serta tidak sulit dijumpai dari sumberdaya yang ada di sekitar dan bisa dibuat sendiri
6.              Mengatasi kesulitan ketersediaan dan mahalnya harga obat-obatan pertanian khususnya pestisida sintetis/kimiawi.
7.                Dosis yang digunakan pun tidak terlalu mengikat dan beresiko dibandingkan dengan penggunaan pestisida sintesis. Penggunaan dalam dosis tinggi sekalipun, tanaman sangat jarang ditemukan tanaman mati
8.                 Tidakmenimbulkan kekebalan pada serangga

Cara aplikasi Pestisida Organik:
1.      Mempersiapkan alat dan bahan
a.       Alat     : Alat semprot (Hand Sprayer)
b.      Bahan  : Pestisida organic (Pestona), Air
2.      Cara Kerja
a.       Campurkan 5-10 cc Pestona kedalam 1 ltr air

b.      Aduk larutan hingga merata
c.       Masukkan larutan kedalam handsprayer
d.      Semprotkan ketanaman secara merata minimal 3 kali penyemprotan/ musim
e.       Penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari



SINOPSIS
           
Penggunaan pestisida khususnya untuk mengendalikan hama yang menyerang tanaman  saat ini masih menimbulkan dilema. Penggunaan pestisida khususnya pestisida sintetis/ kimia memberikan keuntungan secara ekonomis, namun dapat mendatangkan kerugian diantaranya adalah residu yang tertinggal tidak hanya pada tanaman, tapi juga air, tanah dan udara dan penggunaan terus-menerus akan mengakibatkan efek resistensi dari berbagai jenis hama.
Penggunaan pestisida kimia di Indonesia telah memusnahkan 55% jenis hama dan 72 % agens pengendali hayati. Oleh karena itu diperlukan pengganti, yaitu pestisida yang ramah lingkungan. Satu alternatif pilihan adalah penggunaan pestisida hayati yang berasal dari tumbuhan. Pestisida nabati adalah salah satu pestisida yang bahan dasarnya berasal dari tumbuhan. Tumbuhan mempunyai bahan aktif yang berfungsi sebagai alat pertahanan alami terhadap pengganggunya. Bahan pestisida yang berasal dari tumbuhan dijamin aman bagi lingkungan karena cepat terurai di tanah dan tidak membahayakan hewan, manusia atau serangga yang bukan sasaran.
            Penyuluh Pertanian Lapangan sebagai pendamping petani, seyogyanya dapat menyebarkan informasi teknologi terkini yang dapat menjawab keluhan dan memenuhi kebutuhan petani dilapangan, salah satunya dengan cara menginformasikan manfaat dan cara penggunaan pestisida organic kepada para petani.


Ka. BP3K Kec. ............................                                                                                ..........................,           Maret  2013



Tidak ada komentar:

Posting Komentar